Home / KEPRI / Kepri Jadi Tuan Rumah Pelaksanaan Raker PGRI Tingkat Nasional 2018
meizu

Kepri Jadi Tuan Rumah Pelaksanaan Raker PGRI Tingkat Nasional 2018

TANJUNGPINANG, RAKYAT MEDIA – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Rapat Keja (Raker) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tingkat Nasional. Rencananya akan dilaksanakan di Kota Batam, yang berlangsung pada 31 Januari hingga 4 Februari 2018 mendatang.

Hal ini dikatakan Ketua PGRI Provinsi Kepri, sekaligus Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG kepada wartawan, Senin (2/10) lalu.

Raker ini baru pertama kali diadakan di Kepri dengan pilihan Kota Batam. Pertemuan tersebut nantinya akan membahas tentang kesejahteraan dan kemajuan guru. Serta mengevaluasi kinerja organisasi PGRI se-Indonesia.

Selain itu, melaksanakan Memorandum of Understanding (Mou) dengan DPR RI terkait sosialisasi 4 pilar bangsa serta lainnya. Bahkan dalam kesempatan itu, Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun juga direncanakan akan melaksanakan kerja sama dengan gubernur-gubernur lainnya, melalui MoU.

Diperkirakan kegiatan itu akan dihadiri sekitar 3 ribu orang peserta dari seluruh Provinsi di Indonesia. Itu terdiri dari lebih dari 500 Ketua PGRI kabupaten-kota di Indonedia. Setiap daerah mengirimkan sekitar tujuh peserta. ”Tiap daerah dari kabupaten-kota mengutus perwakilannya. Tentunya agenda ini membuat organisasi PGRI tetap solid,” paparnya.

Wacananya, agenda ini akan digelar di salah satu hotel di Batam. Reker tingkat nasional akan di hadiri oleh Ketua PGRI pusat. Saat ini pihaknya masih melakukan persiapan untuk menyambut para pengurus PGRI pusat dan daerah lainnya.

Selama ini, pihaknya masih memperjuangkan sistem pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) melekat atau tidak terpisah dari gaji pokok. ”Ini perjuangan secara nasional dan harus sampai ke DPR RI. Mudahan ini dapat terealisasi sehingga pemberkasannya tidak ribet seperti sekarang ini,” tuturnya.

Dengan penyatuan sistem pembayaran TPG dengan gaji, dinilai akan mempersingkat birokrasi serta tidak membuat para guru kerja berulang. Selama ini, untuk mengambil tunjangan profesi ada berkas yang harus disiapkan setiap enam bulan.

”Gurukan sudah dianggap sebagai profesi, harusnya pembayaran TPG melekat pada gaji. Selama inikan tidak, bahkan pertiga bulan,” paparnya. “Contohnya aja profesi dokter, tunjangan dan gaji melekat. Jadi guru juga demikian agar mempermudah,” tuturnya. (rm/Ikhsan)

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Check Also

Penggunaan Dana APBD Kepri Sarat PenyimpanganPenggunaan Dana APBD Kepri Sarat Penyimpangan

BATAM, RAKYAT MEDIA-Sejak disahkan UU No.32 Tahun 2004, tentang otonomi daerah yang memberikan kewenangan lebih …

Gelapkan Uang Asuransi PNS Pemko Batam Senilai Rp55 Miliar Kejati Kepri Kembali Periksa Mantan Kasi Datun Kejari Batam Gelapkan Uang Asuransi PNS Pemko Batam Senilai Rp55 Miliar Kejati Kepri Kembali Periksa Mantan Kasi Datun Kejari Batam

TANJUNGPINANG, RAKYAT MEDIA-Mantan Kasi Datun Kejari Batam, M Syafii, yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh …