Home / KEPRI / KARIMUN / Bareskrim Polri Tangkap Kwan Tek Penyeludup 84 Ribu Botol Miras Ilegal
meizu

Bareskrim Polri Tangkap Kwan Tek Penyeludup 84 Ribu Botol Miras Ilegal

TANJUNG BALAI KARIMUN, RAKYAT MEDIA-Badan Reserse kriminal Khusus (Baraskrimsus) Polri, Kamis (21/9/2017) menangkap Kwan Tek, penyelundup minuman keras berbagai merek dari luar negeri yang tidak dilengkapi dokumen resmi alias ilegal. Penangkapan dilakukan setelah polisi menggeledah 4 gudang milik tersangka BH alias Kwan Tiek di di Jalan Pendidikan RT 02/05 Kelurahan Buru, Kecamatan Buru, Tanjung Balai Karimun dan Batam.

“Tersangka ditangkap dikarenakan memasukkan minuman keras berbagai merek tanpa dilengkapi dengan dokumen atau menyeludupkan. Selain itu tersangka juga tidak memiliki izin edar dalam mendistribusikan minuman keras tersebut,”kata Direktur Tindak Pidana Khusus Baraskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya dalam keterangannya pada wartawan, Senin (25/9/2017).
Polisi menangkap BH alias Kwan Tek pada Kamis (21/9/2017) lalu. Polisi berhasil mengamankan 84.000 minuman keras berbagai merek baik dari golongan A, B, dan C. Hingga kini polisi masih melakukan perhitungan terhadap miras tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan bahwa Minol tersebut dibeli tersangka secara ilegal dari Malaysia dan Singapura kemudian dibawa dengan menggunakan kapal tongkang milik tersangka. Selain itu tersangka tidak bisa menunjukkan legalitas perusahaan dan dokumen import serta perizinan penjualan dan impor minuman beralkohol,” kata Agung.

Tersangka mengaku telah melakukan aktivitas ilegal ini selama 15 tahun. Penyidik hingga kini masih terus melakukan pengembangan terhadap tempat lain yang diduga sebagai tempat distribusi miras ilegal.

“Miras ilegal tentunya akan berdampak pada berkurangnya penerimaan negara, sehingga Polri akan terus konsisten melakukan penindakan terhadap importir ilegal. Hal ini diperlukan untuk mendongkrak penerimaan negara dari sektor bea masuk,” jelas Agung.

Informasi yang diterima Rakyat Media dilapangan menyebutkan, dalam gudang milik Kwan Tek tersebut memiliki 4 kamar penyimpan, dimana dari setiap kamar ditemukan tumpukan Dus berisi Miras. Dari hasil penggerebekan itu, polisi menyita ratusan Dus Miras berbagai merek tampa Cukai.
Dari hasil penyisiran 4 kamar didalam gudang, dari kamar pertama polisi menemukan

Minuman keras (Miras) berbagai jenis yang disita polisi antara lain merk Galiano 5 dus/12 x 750 Ml, Gentlemen Jack 6 Dus/12 x 750 Ml, Contreau 15 dus/ 12x 700 Ml, Civas 12 dus, Pittaro 150 dus, Civas 18 4 dus, Noblesse 50 dus, Caribean Coconut/Malibu 3 dus, Grenadine Syirup 2 dus, Bols Royal 5 dus, Carlo Rossi 1,5 L dus, Galiano 3 dus, King Estate 7 dus, Myers Rum 4 dus, Camino Real 2 dus, Ballantines 9 dus, Tangueray 1 dus, dan Vaccari 5 dus

Dari kamar kedua ditemukan Miras jenis Martell VSOP Medalion 13 dus, Martell Cordon Blue 6 dus, Gold Label 20 dus, Jacob Grey 2 dus, Absolute Vodka 6 dus, Double Alace 6 dus, Countreau 4 dus, Red Label 12 dus, Bartone Guestier 3 dus, Countreau B 12 dus, Cinas 18 5 dus, Bombay Saphire 4 dus, Campari 4 dus, Gordon 2 dus, Bacardy Kecil 14 dus, Rusia Vodka 16 dus, Glan Lipet 1 dus, Maecalan 1 dus, Grey Goose 2 dus, Grey Goose besar 4 dus, Martini 7 dus dan martini besar 1 dus.

Dari kamar ketiga polisi berhasil menyita miras ilegal merk Baleys 4 dus,Martell 5 dus, Martell kecil 2 dus, Red Label 10 dus, Red Label kecil 8 dus, Black Label besar 25 dus, Black Label kecil 7 dus, Bacardy 18 dus, Bacardy besar 6 dus, Chivas-18 sebanyak 19 dus, Chivas besar 17 dus, Gordon 7 dus, Bengoic Tine 5 dus, Jack Daniel 10 dus, Tequila 10 dus, Hennesey kecil 2 dus, Hennesey besar 5 dus, Absolute Vodka 15 dus, Chivas 12 sebanyak 30 dus, Countreau 2 dus, Kahlua 10 dus, Bombay Saphire 2 dus, Pernot 4 dus dan Bols 4 dus.

Sedangkan dari kamar keempat polisi menyita 14 jenis minuman keras diantaranya merk Jack Daniel 74 dus, Bols 43 dus, Dewars 17 dus, Chivas 12 dus, Black Label 10 dus, Martell VSOP 62 dus dan Smirnof 8 dus

Dari keempat gudang minuman keras ilegal itu, ditemukan 84 ribu botol berbagai merek. Minuman keras (Miras) selundupan alias ilegal itu berasal dari Singapura dan Malaysia. Tersangka Kwan Tek menyeludupkan miras ilegal itu ke Indonesia dengan kapal tongkang miliknya.Menurut Agung, perbuatan tersangka BH alias Kwan  Tek telah merugikan negara karena mengurangi pendapatan dari cukai. Penyelundup yang kini berada di Rutan Bareskrim, terancam dijerat pasal berlapis. Mulai dari Undang-undang Pangan, Undang-undang Perlindungan Konsumen,

Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 142 jo pasal 91 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Pasal 62 jo Pasal 8 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan Pasal 204 KUHP terkait dengan menjual barang yang dapat membahayakan nyawa dan kesehatan. Tersangka kini ditahan di Rutan Bareskrim Polri dan diancam hukuman penjara 15 tahun.

Informasi lain yang diperoleh Rakyat Media dilapangan mengungkap, penjualan miras secara ilegal yang dilakukan tersangka Kwan Tek tak hanya sebatas di wilayah Pulau Buru, Tanjung Balai Karimun saja. Namun usaha penjualan miras di tempat tempat hiburan malam di Batam juga kabarnya dipasok oleh tersangkla Kwan Tek. Bahkan di Batam tersangka Kwan Tek memiliki 6 ruko berada di sekitar Pasir Putih Batam Centre yang disinyalir dijadikan gudang tempat penyimpanan miras ilegal tersebut.

Tersangka Kwan Tek, selain sebagai penyeludup dan pemasok miras ilegal berbagai merk. Kwan Tek juga diduga mengkoordinir judi bola di Hotel Seruni Nagoya Garden Batam. Di Hotel ini juga ada tempat penjualan miras berbagai merk.(rm/mwd)

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Check Also

Penggunaan Dana APBD Kepri Sarat PenyimpanganPenggunaan Dana APBD Kepri Sarat Penyimpangan

BATAM, RAKYAT MEDIA-Sejak disahkan UU No.32 Tahun 2004, tentang otonomi daerah yang memberikan kewenangan lebih …

Gelapkan Uang Asuransi PNS Pemko Batam Senilai Rp55 Miliar Kejati Kepri Kembali Periksa Mantan Kasi Datun Kejari Batam Gelapkan Uang Asuransi PNS Pemko Batam Senilai Rp55 Miliar Kejati Kepri Kembali Periksa Mantan Kasi Datun Kejari Batam

TANJUNGPINANG, RAKYAT MEDIA-Mantan Kasi Datun Kejari Batam, M Syafii, yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh …